Showing posts with label HATI TETIBA MATI. Show all posts
Showing posts with label HATI TETIBA MATI. Show all posts

Wednesday, June 7, 2017

UNDUR

Pernah tak,
kau suka someone?

But, at the same time ada insan yang lebih baik suka kan orang yang sama.

Aku pernah.

Dan,
entah untuk keberapa kali aku hanya memilih untuk undur diri.

Cuma kali ini,
hati seakan berat untuk pergi.

Patut ke aku muncul kan diri,
luah kan rasa hati,
atau ada baiknya aku undur kan diri.

Dan akhirnya,
pelahan lahan pujuk diri sendiri.
.
.
.
.
.

7 Jun 2017
11:57 am
Petaling Jaya, Selangor.

Tuesday, December 13, 2016

NO WORDS

That more moment the emotion is too intense that no words could express it,

and all you could say is,
Ya Allah,
Ya Allah,
Ya Allah.
.
.
.
.
.

13 Disember 2016
10:05 p.m.
Petaling Jaya, Selangor, Malaysia.

Sunday, January 11, 2015

INI KISAH KAMI

Aku pernah ada rasa benci pada masa lalu yang mana dalamnya ada kamu.

Kerna secalit masa lalu itu,
aku jadi perit,
aku rasa cukup serik.

Tapi biar apa pun,
terima kasih untuk semua itu,
aku belajar sesuatu tentang semua itu.

Pernah ada satu ketika,
bertanya sendiri,
kenapa perlu aku ketemu lelaki seperti kamu?

Yang mana datangnya meminta minta bahagia,
Lalu saat perginya tinggalkan luka.

Jika aku punya satu peluang,
akan ku pinta hilang semuanya tentang siapa kamu,
hilang seperti mana hilangnya bayangan kamu pergi dari hidup aku.
Atau,
dulu aku biarkan saja kamu menunggu di hadapan pintu hati aku,
biarkan jemu menantikan aku.

Sama seakan aku tonyoh pemadam pada kesan dakwat pena,
dakwatnya memudar,
kesannya pastikan ada,
takkan pernah hilang,
makin dipadam kertasnya berkeromok,
lalu terkoyak,
berlubang.

Yang sama sepertimana hati aku,
yang kian rabak,
yang kalaupun pulih,
masih tetap berbekas,
masih ada.

Tapi,
kerna kita sama-sama percaya dengan aturan Sang Pencipta,
kita berjaya buktikan,
cinta yang putus ditengah jalan,
bukan tiket untuk kita lupakan sebuah ikatan persahabatan,
yang sebenarnya permulaan kisah kita dulu.

Bercerita tentang sakitnya hati,
takkan pernah berhenti.

Sekarang,
kita sama-sama pergi cari bahagia,
dengan cara kita,
kita sama-sama doa,
Tuhan permudahkan segala urusan kami,
jauhkan dari hasad dengki duniawi.

Friday, October 17, 2014

TERPULANGLAH

Jelas ternyata ini yang kau mahu,
sudah pergilah takkan ku rayu,
tak perlu ungkit lagi kisah dulu,
itu semua tiada erti.

Mana perginya kata-kata setia?

Mana pergi susah senang bersama?

Jatuhku sendiri kau pun pergi.

Terpulanglah,
sungguh aku lelah tak peduli lagi.

Terpulanglah,
tiada lagi satu di hati.

Namun,
takkan ku sesali,
dengan apa yang terjadi,
teruskanlah jangan kembali.

Berikan tepukan gemuruh,
pada dia yang bersungguh-sungguh.

Aku disini hanya tersenyum,
dan,
biarkan dia berlalu.

Friday, December 6, 2013

JUJUR BIARPUN KAN ADA YANG PATAH HATI

Tuhan tahu aku kuat sebab itu DIA duga aku,
biarpun hakikat yang terbeban ini tak mampu aku pikul,
apatah lagi buat aku bertatih melangkah.

Aku percaya DIA berikan lorong untuk kita pilih,
berliku,
berlopak,
tapi kaki perlu gagah melangkah.

Ya,
hati aku masih terasa pedih luka semalam,
biarpun seakan memaksa,
aku cuba seikhlas menerima,
demi segaris senyuman diwajah tua itu.

Ya,
aku terima jika bersuanya kita cuma seketika,
aku terima jika kita tak ditakdirkan bersama,
tapi wajah tua itu,
berkeriut seribu duka.

Ya,
luarnya aku tampak kuat,
tapi hati tua itu turut kau cuit,
sumpah yang mana dalamnya sudah lama berderai.

Ya,
wajah tua itu aku tahu berdarah pedih,
biarpun tak tahu dalam mana lukanya,
aku tahu hati tuanya pedih,
tapi aku tahu mana ruang untuk aku kaut kembali senyum di wajahnya,
tapi hati dan wajah tuamu bagaimana?

Jujurlah,
biarpun pahit yang di kemam,
lebih baik dari kau jentik hati semua orang.

Kan diri sendiri terbeban rasa bersalah.

Tuesday, May 21, 2013

SENASKAH BUKU

Berderet naskah buku tersusun rapi dalam sebuah rak. Aku pilih setiap satu dan terus baca. Walaupun plot cerita setiap naskah itu berbeza. Namun aku terus menghayati dan memahaminya.

Ada masa aku terleka dengan setiap naskah yang aku buka. Ada masa permainan emosi bertelagah melahirkan kerutan di wajah,

"Kenapa masih baca pada naskah yang sama"

"Aku cuba menghayati kisah dari naskah ini, biar naskahnya hilang, tak mengapa, kerna aku pernah baca jalan ceritanya"

Aku letak naskah itu disitu. Mungkin satu masa nanti aku akan kembali menyelak setiap helaiannya. Aku capai naskah lain. Aku buka dan baca kisahnya.