Aku pernah ada rasa benci pada masa lalu yang mana dalamnya ada kamu.
Kerna secalit masa lalu itu,
aku jadi perit,
aku rasa cukup serik.
aku jadi perit,
aku rasa cukup serik.
Tapi biar apa pun,
terima kasih untuk semua itu,
aku belajar sesuatu tentang semua itu.
terima kasih untuk semua itu,
aku belajar sesuatu tentang semua itu.
Pernah ada satu ketika,
bertanya sendiri,
kenapa perlu aku ketemu lelaki seperti kamu?
bertanya sendiri,
kenapa perlu aku ketemu lelaki seperti kamu?
Yang mana datangnya meminta minta bahagia,
Lalu saat perginya tinggalkan luka.
Lalu saat perginya tinggalkan luka.
Jika aku punya satu peluang,
akan ku pinta hilang semuanya tentang siapa kamu,
hilang seperti mana hilangnya bayangan kamu pergi dari hidup aku.
akan ku pinta hilang semuanya tentang siapa kamu,
hilang seperti mana hilangnya bayangan kamu pergi dari hidup aku.
Atau,
dulu aku biarkan saja kamu menunggu di hadapan pintu hati aku,
biarkan jemu menantikan aku.
dulu aku biarkan saja kamu menunggu di hadapan pintu hati aku,
biarkan jemu menantikan aku.
Sama seakan aku tonyoh pemadam pada kesan dakwat pena,
dakwatnya memudar,
kesannya pastikan ada,
takkan pernah hilang,
makin dipadam kertasnya berkeromok,
lalu terkoyak,
berlubang.
dakwatnya memudar,
kesannya pastikan ada,
takkan pernah hilang,
makin dipadam kertasnya berkeromok,
lalu terkoyak,
berlubang.
Yang sama sepertimana hati aku,
yang kian rabak,
yang kalaupun pulih,
masih tetap berbekas,
masih ada.
yang kian rabak,
yang kalaupun pulih,
masih tetap berbekas,
masih ada.
Tapi,
kerna kita sama-sama percaya dengan aturan Sang Pencipta,
kita berjaya buktikan,
cinta yang putus ditengah jalan,
bukan tiket untuk kita lupakan sebuah ikatan persahabatan,
yang sebenarnya permulaan kisah kita dulu.
kerna kita sama-sama percaya dengan aturan Sang Pencipta,
kita berjaya buktikan,
cinta yang putus ditengah jalan,
bukan tiket untuk kita lupakan sebuah ikatan persahabatan,
yang sebenarnya permulaan kisah kita dulu.
Bercerita tentang sakitnya hati,
takkan pernah berhenti.
takkan pernah berhenti.
Sekarang,
kita sama-sama pergi cari bahagia,
dengan cara kita,
kita sama-sama doa,
Tuhan permudahkan segala urusan kami,
jauhkan dari hasad dengki duniawi.
kita sama-sama pergi cari bahagia,
dengan cara kita,
kita sama-sama doa,
Tuhan permudahkan segala urusan kami,
jauhkan dari hasad dengki duniawi.
No comments:
Post a Comment