"Kita perempuan, seharusnya jadi besi". - katanya.
Lalu perempuan perempuan lain memandangnya kagum.
Kemudian dia berlalu pergi,
dan tak sengaja bertemu manusia yang mengingatkan masa lalu,
masing masing terpaku,
lalu dia memilih untuk terus berlalu,
bersembunyi dan menyendiri,
dan akhirnya menangis sendiri.
"Kerana kita perempuan, lalu bagaimana mahu jadi besi". - dia mempersoalkan kembali kata katanya tadi.
Kadang apa yang diluahkan,
ada masa tak sama dengan apa yang kita rasa.
Begitulah,
biasanya.
.
.
.
.
.
1 Disember 2016
08:36 p.m.
Rantau Panjang, Klang, Malaysia.
No comments:
Post a Comment