Saturday, April 18, 2015

PEREMPUAN ITU

Perempuan itu,
tidak pernah bertanya lagi pada Tuhan kenapa lelaki itu pergi.


Perempuan itu,
bertekad untuk tidak memohon kepada Tuhan agar lelaki itu kembali.


Perempuan itu,
sudah tidak punya iri pada perempuan lain yang menemani bayangan lelaki itu.


Perempuan itu,
hanya bisa tersenyum,
bahkan tidak pernah berhenti tersenyum.


Hebatnya,
perempuan itu.


Dia,
tak pernah jemu tersenyum,
walhal sebenarnya hati hancur berkeping keping,
alas pipinya acapkali basah menganggu lena,
jiwa halusnya sendiri letih merintih.
ada masa dia sepi,
tapi tak ada yang tahu.


Tetap tersenyum tak jemu jemu,
sedangkan dia tahu semua itu palsu.


Perempuan itu,
aku.

No comments:

Post a Comment